Rekan-rekan, saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Ini bukan pidato dari seorang calon presiden. Calon kepala desa pun bukan. Tulisan ini hanyalah sebuah permohonan, jikalau rekan-rekan sempat di sela-sela kesibukan bekerja atau mencuri-curi ketik ketika getol ber-facebook-ria.
Beberapa waktu lalu saya sempat corat-coret, sedikit beraturan, untuk membuat tulisan tentang pentingnya Akses Terbuka Pustaka Spektral untuk Klasifikasi Tata Guna Lahan. Pustaka Spektral ini dibangun dengan menggunakan perangkat lunak Open Source. Tulisan tersebut dibuat untuk Konferensi FOSS4G yang akan diadakan 20 - 23 Oktober 2009 di Sydney, Ostrali.
Pustaka Spektral itu adalah sebuah pustaka yang dibangun dari karakteristik obyek-obyek tertentu di permukaan bumi dalam memantulkan panjang gelombang elektromagnetik tertentu. Biasanya, untuk membangun pustaka spektral ini, digunakan sebuah alat yang namanya spektro-radiometer. Sebagai contoh, kalau tumbuhan, karena di dalamnya ada klorofil, maka ia akan lebih banyak memantulkan panjang gelombang Near Infra Red (0,79 - 0,90 mikron). Berbeda lagi dengan air, jika panjang gelombang semakin besar, maka gelombang tersebut akan diserap oleh air.
Apa sih manfaat pustaka spektral? Dengan pustaka spektral, kita seperti memiliki kunci identifikasi, sehingga proses klasifikasi obyek di permukaan bumi akan lebih akurat. Mengapa harus open access ? Karena tidak semua orang atau institusi memiliki kemampuan atau kesempatan untuk membangun pustaka spektral. Dengan adanya sebuah pustaka spektral yang bisa diakses bebas (open access spectral library), akan ada banyak orang atau instansi yang terbantu. Pustaka spektral yang diunduh dapat digunakan langsung dan juga akan mengurangi biaya pengambilan titik cuplikan di lapangan.
Lalu mengapa saya mengharapkan dukungan Anda? Pertama, karena hanya dua orang dari Indonesia yang sempat menulis dan berniat untuk hadir di acara tersebut. Kedua, pihak panitia menerima lebih dari 180 makalah dan hanya akan menampilkan 96 di antaranya sehingga mereka membuat semacam sayembara. Ketiga, tulisan dan presentasi saya di sana mudah-mudahan dapat menjadi jalan agar akselerasi penggunaan perangkat lunak Open Source di bidang Remote Sensing dan GIS akan lebih baik lagi. Dan yang terakhir, mudah-mudahan dengan tulisan ini rekan-rekan akan mengasihani saya
.
Okey-okey, jika saudara sudah bosan dengan basa-basi saya, silakan kunjungi alamat berikut Vote for Abstract , daftar terlebih dahulu, kemudian pilih di halaman 3 tulisan saya (Firman Hadi) yang berjudul Open Access Spectral Library.
Terima kasih.
Firman Hadi
Categories: OpenSource
Tagged: open source
Tiga hari yang lalu engkau telah genap lima tahun. Kata orang, saatnya masuk taman kanak-kanak dan bermain dengan teman-teman baru. Tidak lagi hanya bermain dengan ayah dan ibu. Satu hari sebelum hari ulang tahunmu, engkau meminta kami untuk mengundang teman-teman, membeli balon dan lilin ulang tahun. Engkau ingin, teman-temanmu datang ke rumah dan bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun. Maaf Nak, sama seperti tahun lalu, tak ada pesta untukmu.
Keep reading →
Categories: Keluarga
Tagged: ulang tahun
Anda ketiban pulung jadi tukang merawat server kantor? Atau Anda punya website pribadi yang kadang-kadang perlu diakses via remote access? Biasanya kalau Anda sedang tidak berada di kantor atau tidak memiliki akses internet seperti biasa, pasti Anda akan kelimpungan. Kini Anda tak perlu khawatir lagi. Dengan akses SSH via ponsel bahkan Anda bisa merawat server ketika berada di kamar mandi!.
Agar bisa melakukan hal tersebut, Anda membutuhkan ponsel dengan OS Symbian dan satu perangkat lunak yang bisa diunduh di sini. Instal perangkat lunak tersebut di ponsel dan setelah itu Anda bisa langsung melakukan akses SSH, seperti yang biasa Anda lakukan dengan komputer. Seperti terlihat pada skrinsut di bawah ;

Categories: OpenSource
Tagged: mobile, remote access, SSH
Anda sering mengunduh berkas dari internet? Seberapa sering Anda merasa kesal karena proses pengunduhan terhenti karena koneksi internet terputus? Kalau sudah kejadian seperti ini tidak ada cara lain selain mengulangi proses dari awal lagi. Dengan cURL, Anda tidak perlu khawatir lagi. Bagaimana caranya, Oom?
Keep reading →
Categories: Mac · OpenSource
Tagged: internet, tips, unduh
Setiap orang pasti punya mimpi. Entah itu menjadi seorang yang amat sangat kaya raya tujuh turunan, atau menjadi orang super pintar penemu segala macam seperti Profesor Lang Ling Lung. Bisa juga memiliki mimpi yang sederhana saja, asal hidup cukup, mau makan uangnya cukup, ingin jalan-jalan ke ujung dunia juga cukup (basi ya? ). Yang jelas semua pasti punya mimpi dan hampir pasti juga setiap orang melakukan segala cara, bermacam daya upaya untuk meraihnya. Mau contoh?
Keep reading →
Categories: Faith · Mimpi
Tagged: Mimpi
Kemarau telah tiba. Ini bukan berita dari BMG. Bukan pula ramalan Mama Loren. Tapi berita dari tonggeret (Dundubia sp.). Pagi tadi, saat hendak jajan untuk mengisi perut, ramai sekali suara tonggeret di sekitar Ganesha. Ah, akhirnya tiba juga saatnya mencari Owa Jawa (Hylobates moloch) di rumah mereka ….
Categories: GreenLife
Tagged: kemarau, owa jawa, tonggeret
Ada yang bilang, kemajuan teknologi itu pasti. Lambat laun semua perkakas akan diganti dengan teknologi yang lebih efisien. Tapi, apakah benar teknologi terkini itu akan selalu membantu kita? Tidak selalu kawan.
Sebenarnya, tulisan ini adalah tulisan pengganti. Tadi pagi, saya coba menulis tentang hal yang berbeda. Saya coba berbagi tentang tips agar kita bisa lebih bahagia. Saya menulisnya dengan menggunakan browser Safari 4 Beta. Kata teman yang satu ini, kecepatan akses Safari 4 Beta adalah yang tertinggi. Tertipu lah saya. Cepat itu tidak selalu membantu. Safari 4 Beta mendadak berhenti bekerja saat saya hendak memasukkan tautan ke dalam tulisan. Empat paragraf hasil olah pikir jiwa raga hilang seketika.
Alhasil, saya menggunakan TextEdit, menuliskan tautan secara manual dengan bahasa HTML dan mengunggahnya (masih) dengan Safari. Jadilah. Ah, ternyata teknologi itu tidak selalu membantu.
Categories: Mac · Ngedumel
Pukul 6 (pagi, bukan sore ya) aku sudah sampai di tempat ngetem. Bukan karena rajin atau kejar setoran tapi rasanya malas berjejalan di jalan, yang biasanya pasti terjadi setelah hari libur. Kata orang, pagi hari adalah waktu terbaik untuk menulis. Nyatanya buatku itu cuma teori saja. Yang ada malah ngantuk. Beruntung pukul 7 sudah ada tamu tak diundang yang membuatku tidak jadi berselonjor. Sambil ngobrol ngalor-ngidul, kubaca koran dua atau tiga hari yang lalu. Ternyata ada satu artikel yang membuatku terenyuh. Membuatku berpikir sudahkah aku menjadi seorang ayah yang baik. Seperti ia yakin bahwa ibunya adalah seorang bidadari.
Keep reading →
Categories: Faith
Sekitar tiga minggu yang lalu, temanku bertanya, “Kok blognya tidak ada tulisan baru?”. “Sedang frustrasi, heh”, begitu jawabku. Loh, bukankah putus asa itu tidak boleh? Ah, boleh saja. Yang tidak boleh itu putus makan, seperti kata Upin dan Ipin di Episode 14.
Keep reading →
Categories: Ngedumel
Besok lebaran haji, Iedul Adha. Saat ini, pukul 21.00, terdengar suara takbiran yang memekakkan telinga. Nampaknya volume pengeras suaranya diset sampai pol. Terus terang saja, suara takbiran ini begitu mengganggu. Boleh dibilang walaupun muslim, saya adalah seorang anti takbiran. Lho?
Keep reading →
Categories: Faith